Category: Tutorial Flash


Entah apakan anda mengerti maksud dari judul diatas.Kalau belum saya terlebih dahulu akan menjelaskan kepada anda.

Pop window itu adalah window yang terbuka diatas window utama.misalnya anda berada dalam sebuah halaman website dan ketika anda meng klik sebuah tombol yang kemuadian membukan window baru diatas window halaman website tadi. Sedangkan istilah Dragable artinya Pop window tersebut dapat di drag atau di pindah- pindah posisinya.Mudah – mudahan anda mengerti dengan penjelasan saya.

langkah 1 dalam kesempatan kali ini seperti biasa anda dapat memulai dengan membuka flash dan membuat Flash Document baru.

langkah 2

membuat button

membuat button


buatlah sebuah button. anda memulai dengan membuat kotak kecil (merah) kemudian klik kanan pada kotak tersebut dan pilih menu “convert to symbol” kemudian tandai pilihan button dan tekan ok.Masukkan perintah dengan cara klik kanan pada kotak dan pilih menu “action” maka akan terbuka tab action, dan masukkan perintah berikut :
on (release) {
_root.windowku.gotoAndStop (2);
}

langkah 3

membuat kotak window

membuat kotak window


buat layer baru kemudian buat kotak yang lebih besar dari kotak pertama yang nantinya akan menjadi window baru yang muncul ketika kita mengklik tombol yang telah kita buat tadi. Kemudia klik kanan kotak tersebut dan polih menu “convert to symbol” dan tandai “movie clip”.Buat instance name untuk kotak ini ketik nama “windowku”.kotak instance name terdapat dibawah di dalam tab properties.

langkah 4

membuat button close

membuat button close


double klik kotak besar atau kotak window yang baru saja kita buat.Nah sekarang anda berada dalam timeline symbol kotak window tadi.Disini anda buat satu layer baru lagi untuk kita buat sebuat button yang nantinya berfungsi untuk menutup pop window.cara membuat button sama seperti langkah pertama.yakni buat kotak kecil (merah) posisinya berada di sudut atas sebelah kiri dari kotak window.Klik kanan kotak tersebut dan pilih menu “convert to symbol” dan tandai button dan klik ok.

Masukkan perintah Script pada button dengan cara mengklik kiri kotak (merah) setelah itu klik tab actions yang berada dibawah kertas kerja kita atau klik kanan kotak button (merah) kemudian pilih menu action.

Masukan script :
on (release) {gotoAndStop(1);

}

langkah 5

mambuat action stop

mambuat action stop


sekarang anda perhatikan time line diatas.pastinya anda melihat ada 2 layer di situ.layer pertama berisi kotak besar (biru) dan layer 2 berisi kotak kecil (merah).nah yang perlu anda lakukan adalah menggeser kedua keyframe ke kolom frame ke 2 jadi kolom frame pertama akan kosong atau biasa disebut blank keyframe.Setelah itu anda isi perintah “stop” pada blank keyframe kotak biru atau kotak merah (salah satu saja).

langkah 6

membuat button dragable

membuat button dragable


berikut kita membuat layer baru kemudian buatlah kotak kuning yang berbentuk persegi.Setelah itu klik kanan kotak tersebut dan pilih menu “convert to symbol” dan tandai button dan klik ok.kemudian klik kanan lagi pada kotak tersebut dan pilih menu action makan akan terbuka tab action lalu anda masukkan script berikut :
on (press) {
_root.windowku.startDrag();
}
on (release) {stopDrag();
}

selesai! silahkan mem-publish hasil kerja anda.caranya klik menu utama (diatas) control dan klik test movie atau anda dalap lakukan dengan menekan tombol CTRL+ENTER.

semoga berhasil!semoga bermanfaat!

anda pasti memiliki mouse minimal ada 2 tombol disitu.ada tombol kiri dan kanan.Dalam penggunaannya orang biasa menyebut istilah klik kiri dan klik kanan.Biasanya klik kanan (bagi pengguna mouse tangan kanan) merupakan tombol untuk memunculkan sebuah menu. misalnya pada windows jika kita bingin melakukan perintah create folder, copy, cut, paste dan seterusnya dan contoh lainnya jika di dalam website berbasis html maka akan muncul pilihan menu antara lain save as, save link as, save picture as dan seterusnya.Maka dalam situs berbasis flash juga jika dalam keadaan Default (standar) maka akan muncul pilihan menu zoom in,quallity, show all dst.Nah bayakan jika menu klik kanan bisa dibuat sesuai dengan keinginan kita!

Dalam tutorial kali ini saya ingin membagikan script untuk membuat meni klik kanan Custom, sehingga anda dapat membuat menu sesuai dengan keinginan anda.

Langkah pertama anda membuat sebuah Flash Document.Setelah muncul kertas kerja baru maka anda coba memasukkan script pada blank keyframe yang terletak pada timeline di ruang kerja flash (terletak diatas kertas kerja).

klik kanan flash

klik kanan flash

Silahkan masukkan script berikut :

function doSomething(){getURL(“javascript:alert(‘Aga Kareba?? Baji – baji ji?’)”);}
function doSomething2(){
getURL(“http://www.google.com”, _blank);}
MENU.customItems.push(Functioned2);
MENU = new ContextMenu();
MENU.hideBuiltInItems();
Functioned = new ContextMenuItem(“This movie is copyrighted by andihuget”, doSomething);
Functioned2 = new ContextMenuItem(“Visite Google”, doSomething2);
MENU.customItems.push(Functioned);
MENU.customItems.push(Functioned2);
_root.menu = MENU;

dalam script tersebut terdapat 2 fungsi yakni function dan function2. Ada 2 hal yang perlu anda perhatikan dalam rangkaian script diatas.Pertama anda dapat membuat beberapa menu dengan menambahkan function dan kedua anda mengisi nama teks yang muncul untuk setiap fungsi.

dalam contoh diatas ada 2 fungsi atau 2 menu.Menu pertama memunculkan nama menu “This movie is copyrighted by andihuget” dengan isi perintah getURL(“javascript:alert(‘Aga Kareba?? Baji – baji ji?’ (ini adalah perintah javascript yang memunculkan warning pada browser.Jika menu diatas di klik maka di browser anda akan muncul peringatan “Aga Kareba?? Baji – baji ji?”.

Funsu ke dua muncul nama menu “Visite Google” dengan isi perintah getURL(“http://www.google.com”, _blank). Perintah tersebut akan menggiring anda ke tab baru dan membuka url google.com.

nah dengan contoh diatas anda berarti dapat mengkostumisasi menu klik kanan dalam website flash anda dengan menu dan peritah sesuai dengan keinginan anda.selamat mencoba! semoga bermanfaat!

vector vs bitmap

vector vs bitmap

vector graphics atau gambar vector adalah gambar yang dibentuk dari garis-garis atau kurva baik vertikal dan horizontal yang secara matematis akan saling merapat sesuai dengan perbesaran yang ditampilkan.Jadi gambar vector tidak akan pecah walapun dilakukan perbesaran berapa kalipun.
Sedangkan raster graphics atau bitmap graphics adalah gambar yang terbentuk dari titik – titik warna yang memiliki kedalaman warna dan kerapatan tertentu antara satu titik dengan titik lainnya. Titik – titik warna tersebut biasa disebut dengan PIXEL.
oleh karena itu bitmap graphics ukurannya ditulis dalam satuan pixel, yang umum yakni pixel per inch (PPI).
Jadi gambar dengan format bitmap jika diperbesar hingga batas toleransinya maka nantinya akan terlihat titik – titik warna yang membangunnya (pixel).

Kenapa sebagian besar website terkemuka diluar negeri memilih format flash dalam membangun website mereka??
Ada banyak alasan utama yang mendasari keputusan tersebut.
Menurut pandangan saya alasan tersebut antara lain :
1. Website dengan format flash akan memberikan keleluasaan tampa batas bagi desainer atau klien untuk mengekspresikan dirinya atau perusahaannya melalui tampilan dan animasi yang menarik.
2. web berbasis flash dapat memuat berbagai jenis konten mulai dari gambar, suara, teks, animasi dan video.
3. Webflash juga memiliki keunggulan dalah hal pengolahan database jika disandingkan dengan mysql dan script php.

sejauh pengalaman saya mengerjakan berbagai project web dengan format flash, saya pastilah menemukan kendalan yang merupakan momok bagi semua web developer website dengan format full flash.
Permasalahan yang paling sering dialami antara lain :
1. ukuran file flash yang besar sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk membuka website.
2. Search engine kesulitan dalam mengetahui konten dari website yang bersangkutan.

kira – kira permasalahan inilah yang utamanya membuat orang berfikir 2x untuk membangun websitenya dengan format full flash.
Oleh karena itu berikut saya coba menyajikan tips dan tricks untuk mengatasi permasalah diatas :
1. hindari penggunaan image yang memiliki ukuran file relatif besar (ex:lebih dari 100kb).Jika terpaksa membutuhkan ukuran file sebesar itu maka saya sarankan menggunakan teknik streaming atau sederhananya menggunakan component LOADER yang terdapat dalam macromedia flash. Dengan begitu website hanya akan memunculkan gambar tersebut jika halaman yang dituju memang menampilkan gambar tersebut.
2. jika website memang memuat halaman yang banyak maka sebaiknnya setiap halaman dipublish dengan terpisah (file swfnya berbeda di tiap halaman).Jadi website hanya akan mendownload halaman yang ditampilkan saja.
3. agar Search engine dapat lebih mudah menemukan deskripsi atau konten dari website atau tiap halaman dari website kita maka anda dapat memasukkan metatag (meta description) ditiap file HTML dari tiap file swf halaman website anda.

demikian terima kasih